Seorang Wanita Meninggal Dunia Selepas 8 Hari Bersalin, Ketika Doktor Mengatakan Penyebab nya, Ibunya Terus Mengheret Suami nya Itu ke Pengadilan. Rupa-Rupanya..

Seorang Wanita Meninggal Dunia Selepas 8 Hari Bersalin, Ketika Doktor Mengatakan Penyebab nya, Ibunya Terus Mengheret Suami nya Itu ke Pengadilan. Rupa-Rupanya..

 

loading...

Dulu, konsep penghormatan terhadap anak laki -laki agak keras, dan bahwa seorang menantu harus boleh memenuhi segala keinginan ibu mertua.

Bah kan sampai sekarang, masih ada beberapa individu di beberapa tempat yang juga mengadopsi konsep lama ini, yang membuat kehidupan keluarga terasa amat berat bagi seorang menantu wanita, dan cepat atau lambat keluarga itu akan menjadi berantakan…

Ada lah seorang wanita, bernama Lisa, yang berusia 25 tahun. Setelah menikah dia melahir kan seorang anak cantik di bulan Oktober lalu.

loading...

Saat bayi nya lahir dan dia di beri makanan penambah stamina di rumah sakit, ibu mertua dan suami nya kurang senang, terutama ibu mertua nya, yang bergumam, “Adalah hal yang wajar untuk melahirkan, bukan masalah besar. Karena itu, tidak perlu tinggal di rumah sakit, besok juga sudah boleh pulang.”

Mendengar kata- kata ibu mertua nya yang tidak berperasaan, Lisa sangat sedih, dia berharap bisa ditemani oleh ibu kandung nya, karena dengan begitu semua nya akan lebih baik bagi diri nya maupun bayi nya.

Keesokan hari nya, ibu mertua nya menyuruh anak nya pulang dari rumah sakit. Dia juga mengatakan kepada Lisa: “Di rumah lebih elok daripada hospital.”

loading...

Setelah malahirkan anak, tubuh wanita tersebut kehilangan banyak tenaga, perlu waktu untuk pulih kembali, perlu mendapat banyak makanan vitamin dan berkhasiat.

Tapi tidak dengan Lisa, justru sebalik nya, setelah melahirkan dan pulang ke rumah, dia harus langsung kembali mengurus dapur untuk memasak, melakukan pekerjaan rumah tangga,…

Saat bayi nya menangis, dia merasa tidak berdaya, sibuk mengurus pekerjaan rumah sambil harus sibuk mengurus anak nya.

loading...

Keluarga nya juga tidak mau mengupah pembantu, menganggap bahwa pekerjaan rumah itu mudah dan boleh di lakukan oleh siapa saja yang ada di rumah, mengupah pembantu sama dengan membuang wang karena malas.

Sekali pun tahu bahwa istri nya setiap hari harus bekerja keras, suami nya dengan seenak nya berkata “Sebelum nya, semua wanita juga selalu seperti itu, termasuk ibu ku juga, dulu setelah melahirkan dia hanya tinggal di rumah.”

Mendengarkan kata- kata suami nya, Lisa hanya diam dan tidak merespons apa pun. Pada saat ini dia memikirkan orang tua kandung nya, dia segera memanggil ibu nya dalam hati nya, ingin benar- benar meminta ibu kandung nya menemani nya di sini, namun takut menimbul kan masalah dengan ibu mertua nya.

loading...

Setelah hari- hari sukar, selesai memasak nasi dan sayur, dia merasa tidak enak badan, rasa nya sangat tidak sedap badan dan letih.

Dia mengatakan kepada suami nya bahwa makanan sudah siap dan menyuruh suami serta ibu mertuanya untuk makan, lalu dia sendiri tidak makan, dia masuk kamar dan langsung tidur di atas katil .

Sementara suami dan ibu mertua nya sedang makan, tiba-t iba terdengar bayi nya menangis keras, bayi itu menangis terus.

Ibu mertua berteriak: “Bayi nya menangis dan dia masih boleh tidur nyenyak, dasar wanita tidak berguna!”. Tapi Lisa tidak menjawab, dan anak itu masih terus menangis.

Suami dan ibu mertua tetap melanjutkan acara makan nya. Setelah selesai makan, di tengah suara tangisan bayi, ibu mertua masih berteriak “Hei, waktunya cuci piring nih!” namun Lisa tidak juga menjawab.

Saat itu suami nya masuk ke bilik sambil memanggil istri nya. Dia sangat ketakutan melihat istri nya terbaring tak bergerak di tempat tidur, dia tidak bernafas. Si suami segera bergegas membawa istri nya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan darurat.

Di IGD, Setelah doktor memeriksa nya, doktor memberi tahu keluarga Lisa bahwa dia sudah meninggal.

Pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa Lisa meninggal kerana tubuhnya terlalu lemah, selain itu juga ada tanda yang menunjukkan bahwa dia mengalami keletihan mental, yang akhir nya membuat jantung nya lemah.

Selesai mendengar kata- kata doktor, suami nya jatuh ke tanah, dia memeluk jasad istri nya sambil menangis: “Semua nya salahku, maafkan aku, aku salah …”

Segera setelah itu, orangtua Lisa tiba, mereka menemui bahwa jasad anak perempuan mereka sudah meninggal dunia. Mereka pergi ke doktor untuk mengetahui penyebab kematian anak mereka.

Setelah mendengar jawaban nya, orangtua Lisa marah besar, ibunya marah dan menyebut keluarga suaminya bukan manusia, dan berteriak: “Kami akan menuntut kalian di pengadilan.”

Di sini, kita belajar sebuah pelajaran: Setelah melahirkan, tubuh wanita sangat lemah dan perlu diistirahatkan dan dirawat dengan baik, selain itu juga perlu makanan dan khasiat yang cukup.

Kita tidak boleh hidup sesuai dengan pemikiran kuno dari generasi sebelumnya. Bahwa setelah menikah, seorang wanita boleh diperlakukan semaunya oleh keluarga suami, kerana saat menikah sudah ada upacara seserahan, yakni penyerahan si wanita ke keluarga suami.

Keluarga suami perlu mencintai menantu perempuannya seolah adalah anak perempuan di keluarga mereka sendiri.

Jika demikian, maka kehidupan keluarga baru boleh harmoni, bahagia dan mungkin, tragedi seperti Lisa tidak akan terjadi.

Sumber : Kisah Logik
 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *