Allahuakbar!! Kisah Malaikat Izrail Mencabut Nyawa Sendiri Yang Anda Ingin Tahu

Allahuakbar!! Kisah Malaikat Izrail Mencabut Nyawa Sendiri Yang Anda Ingin Tahu

Malaikat Izrail yang telah diberi tugas oleh Allah SWT sebagai malaikat pencabut nyawa. Kelak pada saat Malaikat Israfil yang bertugas meniup terompet sangkakala, maka nanti kiamat akan terjadi. Saat itu semua yang hidup akan mati.

loading...

Hari itu kiamat telah tiba, dan sang sangkakala pun ditiuplah sebanyak tiga kali.

Tiupan pertama untuk menakuti siapa saja yang hidup.
Tiupan kedua untuk mematikan segala makhluk yang ada di bumi.
Tiupan ketiga untuk membangkitkan segala yang mati.

Pada saat sangkakala ditiup oleh malikat Israfil, maka matilah semua makhluk, kecuali:
1. Malaikat Jibril.
2. Malaikat Izrail.
3. Malaikat Israfil.
4. Hamalatul Arsy.

loading...

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Izrail untuk mencabut roh-roh semua malaikat-malaikat di atas. Dan malaikat Izrail melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Malaikat IZRAIL Menjerit dengan Keras.
Setelah ketiga malaikat tadi sudah dicabut, giliran Malaikat Izrail, hanya ada Allah SWT dan malaikat Izrail saja setelah itu.

Allah SWT berfirman,
“Hai Malakulmaut (malaikat izrail), tidakkah kamu mendengar FirmanKu, Kullu Nafsin Dza’iqatul maut, tidakkah engkau tahu setiap yang bernyawa itu akan merasakan mati.”

loading...

Allah SWT berfirman lagi,
“Aku jadikan engkau untuk tugas itu dan engkau juga harus mati.”
Dalam riwayat lain diceritakan bahwa ketika Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya sendiri. Maka pergilah Malaikat Izrail ke sebuah tempat antara surga dan neraka. DI tempat itulah Malaikat Izrail mencabut rohnya sendiri.

Saat rohnya dicabut, maka menjeritlah Malaikat Izrail dengan sangat keras, bahkan dengan jeritannya itu bila masih ada makhluk yang hidup, maka dia akan binasa, karena jeritannya super dahsyat.

Malaikat Izrail berkata,
“Kalaulah aku tahu bagaimana sakitnya saat roh dicabut, maka aku sudah barang tentu akan mencabut roh orang-orang mukmin dengan cara yang paling lembut sekali.”

loading...

Setelah Malaikat Izrail mati, maka tinggal Allah SWT sajalah yang Maha Berdiri, Maha Esa, Maha Berkuasa, Maha dan Maha lainnya.

Nah, setelah hanya Allah SWT saja yang jumeneng, maka Allah SWT kemudian menghidupkan Malaikat Israfil dan Hamalatul Arsy. Allah SWT memerintahkan Malaikat Israfil untuk meletakkan terompet sangkakala di mulutnya, menunggu perintah Yang Maha Kuasa selanjutnya (belum ditiup).

Kemudian malaikat ketiga yang dihidupkan Allah SWT adalah Malaikat Jibril, dan yang keempat Malaikat Mikail. Dan setelah Malaikat Jibril dan Mikail dihidupkan

loading...

Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail untuk pergi ke makam Rasulullah SAW dengan membawa perhiasan-perhiasan dari surga dengan mengendarai BUROQ (Sejenis hewan tunggangan Rasulullah SAW pada saat Isra’ Mi’raj).

Kemudian Allah SWT menghidupkan Nabi Muhammad SAW, barulah kemudian semua manusia dihidupkan. Semua manusia keluar dari dalam perut bumi dalam keadaan telanjang bulat, berjalan menuju Tuhan mereka. Kemudian mereka (manusia) berhenti di suatu tempat selama 70 tahun dan Allah SWT membiarkan mereka. Hanya isak tangis, banjir air mata hingga sampai mulut manusia itu sendiri.

(Riwayat Abu Hurairah ra)
Kisah lelaki Kaya Raya Masuk Syurga dan Wanita Miskin Masuk Neraka

Seorang lelaki kaya raya dan perempuan miskin. Dalam keseharian pun, keduanya tampak begitu berbeza. Sang lelaki hidupnya padat oleh kesibukan duniawi, sementara wanita yang miskin itu hanya menghabiskan waktunya untuk selalu beribadah.

Kesungguhan dan kerja keras lelaki tersebut membawanya pada kemapanan ekonomi yang diidamkan. Kekayaannya tak ia nikmati sendiri. Keluarga yang menjadi tanggung jawabnya merasakan dampak ketercukupan kerana kesungguhannya.Lelaki ini memang sedang berkerja untuk keperluan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.

Nasib lain dialami si perempuan miskin. Para tetangganya tak menemukan harta apapun di rumahnya. Kecuali sebuah bejana dengan persediaan air wudhu’ di dalamnya. Ya, bagi wanita taat ini, air wudhu’ menjadi kekayaan yang membanggakan meski hidup masih pas-pasan. Bukankah kesucian menjadikan ibadah kita lebih diterima dan khidmat? Dan karenanya menjanjikan balasan yang jauh lebih agung dari sekadar kekayaan duniawi yang fana ini?

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dalam kitab al-Minahus Saniyyah mengisahkan, suatu ketika ada seorang yang mengambil wudhu’ dari bejana milik perempuan itu. Melihat hal demikian, si perempuan berbisik dalam hati, “Kalau air itu habis, lalu bagaimana aku akan berwudhu’ untuk menunaikan sembahyang sunnah nanti malam?”

Apa yang tampak secara lahir tak selalu menunjukkan keadaan sebenarnya. Diceritakan, setelah meninggal dunia, keadaan keduanya jauh berbeda. Sang lelaki kaya raya itu mendapat kenikmatan syurga, sementara si perempuan papa yang taat beribadah itu justru masuk neraka. Apa pasal?

Lelaki hartawan tersebut menerima kemuliaan lantaran sikap zuhudnya dari gemerlap duniawi. Kekayaannya yang banyak tak lantas membuatnya larut dalam kemewahan, cinta dunia, serta kebakhilan. Apa yang dimilikinya semata untuk kebutuhan hidup, menunjang keadaan untuk mencari redha Allah.

Pandangan hidup semacam ini tak dimiliki si perempuan. Hidupnya yang serbake kurangan justru menjerumuskan hatinya pada cinta kebendaan. Buktinya, ia tak mampu merelakan orang lain berwudhu’ dengan airnya, meski dengan alasan untuk beribadah. Ketidak-ikhlasannya adalah petunjuk bahwa ia miskin bukan karena terlepas dari cinta kebendaan melainkan “dipaksa” oleh keadaan.

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani menjelaskan dalam kitab yang sama bahwa zuhud adalah meninggalkan kecenderungan hati pada kesenangan duniawi, tapi bukan berarti mengosongkan tangan dari harta sama sekali. Segenap kekayaan dunia direngkuh untuk memenuhi kadar kebutuhan dan memaksimalkan keadaan untuk beribadah kepada-Nya.

Nasihat ulama’ sufi ini juga berlaku kebalikannya. Untuk cinta dunia, seseorang tak mesti menjadi kaya raya terlebih dahulu. Karena zuhud memang berurusan dengan hati, bukan secara langsung dengan alam bendawi.

SUMBER: www.nu.or.id

Kredit : ohmydakwahvia rosesmediadialy
.

 

Penting !!! Ramai Orang Islam Tak Tahu Pasal Ni ! Hukum Suami Cium Jenazah Isteri

Apakah hukum si suami memberi ciuman kepada si isteri ketika saat akhir si isteri dikafankan? Maksud saya, selesai si mati dimandikan dan dikafan, hanya tinggal muka sahaja belum dikafankan kerana memberi peluang kepada anak si mati memberi ciuman terakhir.

ABDULLAH,
Ciuman mempunyai maksud kasih sayang atau tanda hormat. Oleh itu tidak mengapa mencium jenazah selagi mana jenazah itu adalah mahramnya dan antara suami terhadap jenazah isteri atau sebaliknya.

Sepakat ulama bahawa wuduk jenazah tidak terbatal kerana terangkatnya taklif kepada jenazah.
Ciuman kepada jenazah sering dilakukan Rasulullah yang diriwayatkan Saidatina Aisyah RA; “Bahawa aku melihat Rasulullah mencium Uthman bin Maz’un apabila beliau meninggal dan aku melihat linangan air mata baginda.” (Hadis Riwayat Abu Daud)

Tidak digalakkan memberikan ciuman berulang-ulang kali. Larangan seperti ini biasanya dirujuk kepada budaya masyarakat melayu.

 

Jika ingin melakukan, biarkan penuh dengan adab dan sopan. Bukan menjadi tontonan orang ramai yang menziarahi jenazah.

Mungkin boleh memberikan ciuman terakhir ketika jenazah masih di rumah dalam keadaan yang tidak menjadi tontonan.

Tidak sopan dalam kalangan orang ramai yang sibuk menguruskan jenazah, kelihatan isteri memberikan ciuman terakhir kepada jenazah suami. Bukan sahaja jenazah, pasangan suami isteri juga tidak sopan apabila berciuman dihadapan orang ramai.

 

Sumber: NasihatUstaz.my

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *